Water Quality Characteristics of Batang Mahat Around PLTA Koto Panjang Dam

Permata Zahrani Hedista, Muhammad Fauzi, Adriman Adriman

Abstract


Batang Mahat River is one of the rivers which empties to PLTA Koto Panjang Dam. Batang Mahat estuary around PLTA Koto Panjang Dam is one of the fishing grounds. This study was aimed to obtain information about the water chemical and physical characteristics and biology (plankton) Batang Mahat around PLTA Koto Panjang Dam. This research was conducted in March-May 2019 The observation stations were determined using the purposive sampling method and then divided into three observation stations. Sampling was carried out 3 times with an interval of 2 weeks. Data analysis was performed descriptively. The results showed the water quality of Batang Mahat around the PLTA Koto Panjang Dam are as follows: temperature 31-32oC, tranparancy 2.00-2.31 m, pH 6, dissolved oxygen 4.32-6.90 mg/L, CO2 0.39-3.9 mg/L, nitrate 0.0021-0.1375 mg/L, and phosphate 0.0177-0.0774 mg/L. The results of the study found as many as 23 species. Plankton which belongs to 7 classes, namely: Bacillariophyceae, Chlorophyceae, Dinophyceae, Euglenophyceae, Synurophyceae, Magnoliopsida and Maxillopoda. Plankton abundance ranges from 20,000-64,250 ind/L. The diversity index ranges from 1.88-2.83. The similarity index ranges from 0.48-0.95 and the dominance index ranges from 0.19-0.36. Water quality Batang Mahat based on the environmental index is classified as moderate.

Keywords


Water quality; Plankton; Diversity Index; Similarity index; Dominance index

Full Text:

PDF

References


Agustiningsih, D. 2012. Kajian Kualitas Air Sungai Blukar Kabupaten Kendal dalam Upaya Pengendalian Pencemaran Air Sungai. Tesis. Program Magister Ilmu Lingkungan Universitas Diponegoro. Semarang.

Alaerts, G. dan S. Santika. 1984. Metode Penelitian Air. Usaha Nasional. Surabaya.

Allen, D. 2011. Puntioplites bulu. Retrieved September 14, 2018, from http://www.iucnredlist.org/details/181098/0.

APHA. 1989. Standart Method for the Examination of Water and Waste Water. American Public Helath Association. American Water Work Association, Water Pollution Control Federation, Port City Press, Baltimore, Maryland.

Arsyad. 2012. Prinsip-prinsip Ekologi dan Ekosistim Komunitas dan Lingkungan. Bumi Aksara, Jakarta.

Asriyana dan Yuliana. 2012. Produktivitas Perairan. Bumi Aksara. Jakarta

Astuti, L. P., A. Warsa dan S. Hendra. 2009. Kualitas Air dan Kelimpahan Plankton di Danau Sentani Kabupaten Jaya Pura. Perikanan. Hal. 66-77.

Azwar, A, Soemarno dan M. Purnomo. 2013. Kajian Kualitas Air dan Status Mutu Air Sungai Metro di Kecamatan Sukun Kota Malang, 13(2): 265–274.

Balai Wilayah Sungai Sumatera III, 2012, Laporan SID Pengaman Sungai Batang Mahat

Basmi, H. J. 2000. Planktonologi: Plankton sebagai Indikator Kualitas Perairan. Bogor: Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor.

Barus, T. A. 2004. Pengantar Limnologi Studi Tentang Ekosistem Air Daratan. Medan: USU Press.

Barus, T. A. 2013. Pengantar Limnologi. Jurusan Biologi FMIPA Universitas Sumatera Utara. Medan.

Boyd, C. E. 1982. Water Quality in Warm Fresh Pound.

Auburn. University Agricultural Experiment, Station. Auburn.

Chu D. H. 2008. Overview of biology, development, and structure of skin. In K. Wolff. eds. Fitzpatrick’s dermatology in general medicine. New York: McGraw-Hill Education: 57–73.

Dagefu F, Seyoum M, Michael S. 2011. Influence of Fish Cage Farming on Water Quality and Plankton in Fish Pond: A Case Study in the Rift Valley and Nort Shoa Reservoir. Euthophia. Aquaculture. 316: 125-135. http://doi.org/ffjbqd

Djumanto, T. S. H. Pantoring dan L. Reinhard. 2009. Pola Sebaran Horizontal dan Kerapatan Plankton di Perairan

Bawean. Perikanan (Universitas Gadjah Mada).Yogyakarta.

Effendi, H. 2003. Telaah Kualitas Air Bagi Pengelolaan Sumberdaya Lingkungan Perairan. Kanisius. Yogyakarta.

Elwalid, D. A. 2016. Perencanaan Lanskap Waduk Koto Panjang Sebagai Kawasan Ekowisata di Kabupaten Kampar. Institut Pertanian Bogor.

Fachrul, M. F., H. Haeruman., dan L. C. Sitepu. 2005. Komunitas fitoplankton sebagai bio-indikator kualitas perairan teluk Jakarta. Dalam: Seminar Nasional MIPA. FMIPA Universitas Indonesia. Depok, 24-26 november 2005.

Fauzi, M. 2004. Struktur Komunitas Ikan Sungai Kampar yang Dipengaruhi Perubahan Massa Air Akibat Bendungan PLTA Koto Panjang. Jurnal Perikanan dan Kelautan. 9 (1): 47–60.

Firmansyah, F. F. 2002. Struktur Komunitas Fitoplankton di Perairan Teluk Semangka, Lampung. Skripsi Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB. Bogor.

Firmansyah, M. 2008. Kualitas Perairan Sungai Sail Ditinjau dari Sifat Fisika-Kimia dan Koefisien Saprobik. Skripsi Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Riau.Pekanbaru.51 hal. (Tidak Diterbitkan).

Goldman, C. R. dan A. J. Horne. 1983. Limnology. Mac Graw Hill Int. Book Company. Tokyo. 464.

Hariyati, R. dan Wijaya, T. S. 2009. Struktur Komunitas Fitoplankton Sebagai Bio Indikator Kualitas Perairan Danau Rawapening Kabupaten Semarang Jawa Tengah. Laboratorium Ekologi dan Biosistematika Jurusan Biologi F. MIPA UNDIP, Semarang. Semarang.

Hatmira. 2018. Kualitas Perairan Rawa Desa Sawah, Kampar berdasarkan NSF-WQI. Skripsi. Fakultas Perikanan dan Kelautan. Universitas Riau. Pekanbaru. (Tidak Diterbitkan).

Hatchinson, G. E. 1967. Trealise on Limnology. Vol 2. Jhon Walley and Sons. Inc. New York.

Hasibuan, I. F., S. Hariyadi dan E. M. Adiwilaga. 2017. Status Kualitas Air dan Kesuburan Perairan Waduk PLTA Koto Panjang Provinsi Riau (Water Quality State and Trophic of PLTA Koto Panjang Reservoir Riau Province), 22(3): 147–155. https://doi.org/10.18343/jipi.22.3.147.

Herawati. 2013. Diktat Kuliah Planktonologi. Universitas Brawijaya : Malang.

Huboyo, H. S. 2008. Analisis Sebaran Temperatur dan Salinitas Air Limbah Pltu-Pltgu Berdasarkan Sistem Pemetaaan Spasial (Studi Kasus : Pltu-Pltgu Tambak Lorok Semarang). Jurnal. Program Studi Teknik Lingkungan FT Undip.

Husnul, F. 2008. Kualitas Perairan Sungai Paku Ditinjau dari Sifat Fisika-Kimia dan Struktut Komunitas Fitoplankton di Desa Sungai Paku Kecamatan Kampar Kiri Kabupaten Kampar Riau. Skripsi. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Riau. Pekanbaru. (Tidak Diterbitkan).

Indriani. W. 2016. Status Trofik Perairan Berdasarkan Nitrat, Fosfat dan Klorofil-A di Waduk Jatibarang, Kota Semarang. Jurnal. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Jurusan Perikanan. Fakultas Perikanan dan Ilmu kelautan. Unveritas Diponegoro. Semarang.

Irianto, A. 2003. Probiotik Akuakultur. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta

Irawanto, R. 2016. Seleksi Tumbuhan Akuatik Berpotensi Dalam Fitoreemediasi Air Balai Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Purwodadi-LIPI, (November).

Kasim, M. 2011. Penuntun Praktikum Planktonology. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Haluoleo : Sulawesi.

Kordi, K. M. G. H. 2009. Budidaya Perairan. PT. Citra Aditya Bakti. Bandung.

Kusriani. 2012. Planktonologi. Universitas Brawijaya : Malang.

Lesmana. 2002. Kualitas Air untuk Ikan Hias Air Tawar Popular. Penebar Swadaya. Jakarta.

Madinawati. 2010. Kelimpahan dan Keanekaragaman Plankton Di Perairan Laguna Desa Tolongano Kecamatan Banawa Selatan. Jurnal Jurusan Budidaya Perairan Fakultas Pertanian Universitas Tadulako. Palu: Universitas Tadulako.

Mahasri, G., A. S. Mubarak dan M. A. Alamsjah. 2012. Bahan Ajar Manajemen Kualitas Air. Fakultas Perikanan dan Kelautan. Universitas Airlangga. Surabaya.

Mahmudi, M. 2015. Produktivitas Perairan. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya. Malang

Maulana. R. 2016. Kualitas Air Waduk PLTA Koto Panjang Berdasarkan Parameter Fisika Kimia dan Koefisien Saprobik. Skripsi. Fakultas perikanan dan Kelautan. Universitas Riau. Pekanbaru. (Tidak Diterbitkan).

Misra, A. 2010. Pengantar Oseanografi. Institute Teknologi Bandung: Bandung.

Nurfadillah, A. Damar dan E. M. Adiwilaga. 2012. Komunitas Fitoplankton di Perairan Danau Laut Tawar Kabupaten Aceh Tengah, Provinsi Aceh. Depik, I(2): 93-98.

Odum, E. P. l97l. Fundamental of Ecology ed 3. Saunders. Philadelphia. 574 p.

Odum, E. P. 1993. Dasar-Dasar Ekologi Edisi ke Tiga. Gadjah Mada University. press. Yogyakarta.

Onyema, I. C. 2007. The Phytoplankton Composition Abundance and Temporal Variation of a Polluted Estuarine Creek in Lagos Nigeria. Turkish Journal of Fisheries and Aquatic Sciences. 7 : 89-96.

Pirzan, A. M. dan P. R. Pong-Masak. 2008. Hubungan Keragaman Fitoplankton dengan Kualitas Air Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan. Balai Riset Perikanan Budidaya Air Payau, Maros 90512. Biodiversitas, 9 (3): 217 - 221.

PLN. 2002. PLTA Koto Panjang. Perusahaan Listrik Negara. Pekanbaru

Roesma, D. I. 2013. Evaluasi Keanekaragaman Spesies Ikan Danau Maninjau. Prosiding Semirata FMIPA Universitas Lampung, Hal. 197–204.

Rumanti. M. 2014. Hubungan Antara Kandungan Nitrat Dan Fosfat Dengan Kelimpahan Fitoplankton Di Sungai Bremi Kabupaten Pekalongan. Jurnal. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Jurusan Perikanan. Fakultas Perikanan dan Ilmu kelautan. Unveritas Diponegoro. Semarang.

Sachlan, H. S. 1982. Plantonologi. fakultas Peternakan dan Perikanan Universitas Diponegoro. Semarang.

Salwiyah. 2011. Kondisi Kualitas Air Sehubungan dengan Kesuburan Perairan Sekitar PLTU NII Tanasa Kabupaten Konawe Provinsi Sulawesi Tenggara. Universitas Haluoleo. Kendari

Sembiring H. 2008. Keanekaragaman dan distribusi udang serta kaitannya dengan faktor fisik kimia di Perairan Pantai Labu Kabupaten Deli Serdang [tesis]. Sekolah Pascasarjana Biologi. Universitas Sumatera Utara. Medan.

Siagian, M. 2012. Jenis dan Keanekaragaman Fitoplankton di Waduk PLTA Koto Panjang, Kampar, Riau. Jenis Dan Keanekaragaman Fitoplankton di Waduk PLTA Koto Panjang, Kampar, Riau. 12(2): 99–105.

Sihotang, C. 2010. Limnologi I. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Riau. Pekanbaru. (Tidak diterbitkan).

Soedarsono. 2013. Manajemen Kualitas Air untuk Budidaya Perairan. Universitas Brawijaya. Malang.

Soeyasa. 2001. Ekologi Perairan. Departemen Kelautan dan Perikanan Dirjen.Pendidikan Menengah Atas, Jakarta.

Sumiarsih, E. 2014. Dampak Limbah Kegiatan Keramba Jaring Apung (KJA) terhadap Karakteristik Biologis Ikan Endemik di Sekitar KJA Waduk Koto Panjang, Riau. Disertasi. Bandung (ID): Universitas Padjajaran.

Suwelo, I. S. 2016. Spesies Ikan Langka dan Terancam Punah Perlu Dilindungi Undang-Undang. Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan dan Perikanan Indonesia, 12(2): 161–168.

Syukur. 2012. Studi Ekologi Perairan. Kanisius. Jakarta.

Tancung, A. B dan Kordi. K. M. G. 2007. Pengelolaan Kualitas Air dalam Budidaya Perairan. Jakarta. Rineka Cipta.

Tatangindatu, F., O. Kalesaran dan R. Rompas. 2013. Studi Parameter Fisika Kimia Air pada Areal Budidaya Ikan di Danau Tondano, Desa Paleloan, Kabupaten Minahasa. Budidaya Perairan, 1(2): 8–19. https://doi.org/10.1063/1.3429312

Utomo, S. W., Sutriyono dan R. Reda, (2012). Pengertian, Ruang Lingkup Ekologi dan Ekosistem. Modul.

Wardoyo, S. T. H., 1981, Kriteria Kualitas Air untuk Keperluan Pertanian dan Perikanan, Makalah Training AMDAL, Kerjasama PPLH-UNDEP-PUSDL¬PSL, 19-31, Januari, 1981, Bogor

Weber, C. I. 1973. Biological Field and Laboratory Methods for Measuring the Quality of Surface Water and Effluents. U.S. Environmental Protection Agency, Office of Research and Development, Cincinnati, Ohio. EPA 670-4-73-001.




DOI: http://dx.doi.org/10.31258/terubuk.48.1.260-273

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 Fakultas Perikanan dan Kelautan, Universitas Riau

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.